Saudagar Minang Raya

Categories
Artikel

Wajib Anda Coba, Ini 3 Makanan Khas Sumatera Barat Berbahan Dasar Singkong

Sumatera Barat selain dikenal dengan nuansa alamnya yang indah, ternyata juga menyimpan beraneka ragam kuliner hingga makanan khas yang tak kalah lezat.

Selain itu, di Sumatera Barat juga menyediakan olahan makanan dari berbagai bahan. Salah satunya adalah Singkong.

Singkong merupakan ketela pohon atau dikenal juga sebagai ubi kayu. Biasanya, singkong sering dijadikan oleh masyarakat Sumatera Barat sebagai bahan untuk olahan pangan.

Hal tersebut disebabkan singkong memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan baik untuk dikonsumsi. Selain itu, singkong juga mudah didapatkan.

Apa Saja Makanan Khas Sumatera Barat yang Terbuat dari Singkong?

  1. Kacimuih

Makanan lezat yang pertama ini merupakan jajanan tradisional di Sumatera Barat. Bentuknya bulat membumbung atau kadang kotak-kotak. 

Biasanya, kacimuih bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional. Sebab, tak semua kedai menjual jajanan yang satu ini. Bisa dibilang saat ini sudah mulai langka.

Kacimuih berbahan dasar singkong yang sudah dikupas dan diparut kasar. Untuk metode memasaknya dengan cara dikukus. Lalu, setelah dirasa matang, kacimuih bisa dihidangkan bersama dengan parutan kelapa dan gula pasir.

  1. Godok Bagulo

Selanjutnya adalah makanan dengan nama godok bagulo. Makanan ini merupakan salah satu khas dari Sumatera Barat. Hampir sama dengan kacimuih, godok bagulo ini juga berbahan dasar singkong.

Kendati demikian, godok bagulo ini dimasak dengan menggunakan metode penggorengan. Hasilnya pun menjadi lebih renyah dan gurih.

Untuk bentuknya pun menyerupai telur ayam, tidak terlalu bulat dan tak terlalu lonjong. Godok bagulo ini sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga di kala santai di teras rumah.

  1. Karupuak Saga

Bagi masyarakat yang hobi makan kerupuk, wajib banget untuk merasakan kriuknya karupuak saga ini. Sebab, karupuak saga merupakan olahan kerupuk dari bahan dasar singkong yang telah dipotong-potong lalu digoreng.

Karupuak saga ini biasanya diletakkan di warung-warung sarapan pagi, seperti kedai lontong dan sate. Sebab, sangat cocok dipadukan dengan makanan yang berkuah.

Nah bagaimana sobat ngemil, apakah sudah pernah merasakan ketiga makanan khas Sumatera Barat yang berbahan dasar singkong belum? Jika belum, jangan ragu untuk mencobanya atau membuatnya sendiri di rumah, tidak ribet kok.

Categories
Artikel

Daftar Kota dan Kabupaten Penopang Ekonomi Sumbar

 

Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat diketahui semakin tumbuh lebih baik usai memanfaatkan pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu. berikut ini daftar kabupaten kota penopang Ekonomi Sumbar (Sumatera Barat) berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Daftar kabupaten kota penopang Ekonomi Sumbar (Sumatera Barat)

1. Kota Padang

BPS mencatat perekonomian Kota Padang pada tahun 2020 mencapai Rp 62,22 triliun. Angka itu diketahui dari hitungan besaran produk domestik bruto regional (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB).

Jika dikalkulasikan, angka ini setara dengan 25,7% dari total PDRB 19 kabupaten kota di Sumatera Barat yang mencapai Rp241,88 triliun. Perekonomian ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini ditopang dari sektor perdagangan besar dan eceran serta transportasi dan pergudangan.

PDRB sektor perdagangan besar dan perbelanjaan eceran mencapai Rp10,21 triliun atau 16,41%, sementara sektor perdagangan besar dan pertunjukan eceran Rp9,74 triliun atau 15,66% dari total perekonomian tahun lalu.

2. Kabupaten Agam

Kabupaten Agam berada diurutan kedua daerah penopang perekonomian Sumatera Barat dengan PDRB ADHB sebesar Rp20,37 triliun.

3. Kabupaten Padang Pariaman

Kabupaten Padang Pariaman tercatat memiliki nilai PDRB ADHB sebesar Rp17,94 triliun.

4.Kota Sawahlunto

BPS mencatat Kota Sawahlunto memiliki PDRB ADHB sebesar Rp3,66 triliun.

5. Kota Solok

Kota Solok memiliki PDRB ADHB perekonomian Rp4,04 triliun.

6. Kota Padang Panjang

Kota Padang Panjang menjadi kabupaten/kota dengan PDRB ADBH terkecil, yakni hanya Rp3,47 triliun.

 

Baca juga  :

Daerah dengan PDRB per kapita tertinggi di Sumatera Barat

Kota Bukittinggi diketahui sebagai kabupaten/kota dengan PDRB per kapita tertingi, yaitu sebesar Rp65 juta pada tahun 2020.

Kemudian diikuti oleh Kota Padang dengan PDRB per kapita Rp64,67 juta, selanjutnya Kota Padang Panjang dengan PDRB per kapita Rp63,82 juta.

Selanjutnya Kabupaten Pasaman memiliki PDRB per kapita Rp31,32 juta dan Kabupaten Solok Selatan memiliki PDRB per kapita Rp31,81 juta.

Terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan diketahui sebagai kabupaten/kota yang memiliki PDRB per kapita terendah di Sumatera Barat, yaitu hanya Rp29,96 juta.

Categories
Artikel

5 Istilah Penting Dalam Adat Minang Yang Wajib Kamu Tau

Minangkabau merupakan salah satu suku penganut sistem matrilineal di dunia. Salah satu suku terbesar di Indonesia ini sebagian besar mendiami Provinsi Sumatera Barat.

Orang Minang saat ini merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia. Kata matrilineal berasal dari dua kata yaitu kata matri (ibu) dan lineal (garis). Artinya sistem kekerabatan yang mengacu pada garis keturunan ibu.

Jika membahas tentang sistem matrilineal suku Minang, maka ada sejumlah istilah yang terdengar asing bagi kebanyakan orang.

Berikut ini 5 istilah penting dalam Adat Minang yang wajib kamu tau.

  1. Bundo Kanduang

Bundo kanduang merupakan salah satu istilah populer dalam sistem matrilineal suku Minangkabau. Bundo kanduang secara harfiah bermakna “ibu sejati”, yaitu seorang perempuan Minang yang menjalankan perannya sebagai seorang ibu dalam konteks adat dan budaya.

Kehadiran seorang perempuan sangat penting dalam keluarga Minang karena dalam kekerabatan matrinileal garis keturunan mengikuti garis ibu. Jika tidak memiliki keturunan perempuan, maka garis keturunan keluarga tersebut bisa terputus.

  1. Ninik Mamak

Ninik mamak adalah saudara kandung laki-laki dari pihak ibu atau sebutan lain dari paman. Dalam suatu perkawinan, seorang ninik mamak memiliki peran besar terhadap kemenakan (keponakan) terutama keponakan perempuan. Ninik mamak berperan dalam mendidik semua keponakannya.

Pada intinya ninik mamak memiliki posisi yang kuat serta dominan dalam memimpin keluarga, bahkan bisa lebih kuat daripada ayah kandung.

  1. Sumando

Sumando berasal dari bahasa Melayu Kuno, yang artinya menumpang sementara waktu. Dalam bahasa Minang, sumando berarti menantu laki-laki.

Setelah menikah, seorang pria Minang menjalankan peran sebagai urang sumando atau orang yang menumpang di rumah keluarga istrinya.

Dalam adat Minang¬†urang sumando digambarkan seperti¬†“abu di ateh tunggua”, artinya mereka memiliki posisi yang sangat lemah di tengah keluarga istrinya karena dianggap tamu. Namun, sebagai¬†urang sumando¬†mereka tetap sangat dihormati dan dipanggil berdasarkan gelar yang mereka miliki diantaranya Bagindo, Sutan, atau Sidi.

  1. Malakok

Menurut adat Minang, seorang anak yang lahir dari perkawinan antara laki-laki Minang dengan perempuan bukan Minang tidak bisa dimasukkan ke dalam garis keturunan Minangkabau. Anak yang lahir dari ibu non-Minang ini berstatus “anak tidak bersuku”.

Meski demikian, anak yang tidak bersuku ini bisa diberikan suku dengan cara menjalani proses adat yang disebut dengan malakok.

Secara bahasa, malakok memiliki arti menempel atau melekat. Seorang anak yang ingin malakok harus memenuhi syarat-syarat dan tata cara adat sebagai berikut :

  1. Dengan menyediakan siriah langko (sirih) yang di atasnya terdapat emas atau bisa diganti dengan uang tunai.
  2. Menyediakan seekor kerbau atau kambing yang dipotong dalam upacara pemberian suku.

3.Perwakilan kaum yang memiliki suku menerimanya.

  1. Mendapatkan persetujuan dari semua panghulu suku atau pemangku adat di wilayah setempat.

BACA JUGA :

Setelah syarat dipenuhi, anak yang menjalani prosesi malakok akan disebut dengan kemenakan bertali emas.

  1. Pasumandan dan Mandan

Penjelasan sebelumnya disebutkan kalau seorang laki-laki dalam struktur adat Minang disebut sebagai seorang sumando. Sementara kebalikannya, perempuan di tengah keluarga suaminya disebut dengan mandan. Keluarga pihak laki-laki menyebut istri dari saudara laki-lakinya itu dengan istilah pasumandan.

Itulah beberapa istilah wajib kamu tahu yang terkait dengan sistem matrilineal di adat Minang.

Categories
Artikel

Makanan Terenak di Dunia, Rendang Asal Payakumbuh

Siapa sangka jika kuliner di Sumatera Barat bisa masuk kategori terenak di dunia. Rendang masakan khas dari Minangkabau ini ternyata diakui secara internasional sebagai makanan terenak dan bahkan disebut sebagai warisan budaya duni

Salah satu daerah penghasil rendang terenak di dunia adalah Payakumbuh. Karena hal ini juga terdapat daerah di Payakumbuh yang disebut dengan Kampung Rendang.

Bagi sebagian masyarakat mungkin menganggap jika rendang itu hanyalah olahan daging sapi saja, tapi ternyata itu anggapan yang salah. Bahkan ada juga rendang telur dan rendang ikan, rendang paru dan rendang jamur. Tergantung sumber daya alam apa yang banyak di daerah tersebut.

Kampung Rendang di Payakumbuh

Kuliner rendang ini juga menjadi salah satu aspek daya tarik untuk mengundang wisatawan ke Sumatera Barat. Terutama sekali ke Kampung Rendang di Payakumbuh. Karena selain bisa menyantap rendang terenak sedunia ini, di Kampung Rendang Payakumbuh itu pengunjung juga bisa menyaksikan pengolahan dari membuat rendang ini.

Sebenarnya olahan rendang ini bukan hanya ada di Payakumbuh saja. Tapi setiap daerah di Sumatera Barat pasti memiliki olahan rendang tersendiri juga. Namun yang dikenal masyarakat luas dan memiliki cita rasa yang khas adalah rendang dari Payakumbuh ini.

Selain karena rasanya yang enak, Rendang asal Payakumbuh ini ternyata juga memiliki pengelolaan yang baik untuk menjadi destinasi wisata kuliner supaya dilirik wisatawan mancanegara. 

Dengan cara membuat slogan Kampung Rendang dan konsisten dengan rasa yang sama di setiap rendangnya, ternyata menjadikan Kampung Rendang asal Payakumbuh masuk daftar lokasi kuliner yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Hal ini juga lah penyebab dari rendang Payakumbuh diakui terenak sedunia.

Rendang Payakumbuh Diakui UNESCO

UNESCO bahkan juga memasukan rendang ke dalam kategori warisan budaya dunia. Hal ini ternyata bukan tanpa sebab, karena makanan khas Indonesia yang berasal dari Sumbar ini merupakan makanan terlezat di dunia dan berada di peringkat pertama.

Saking enaknya rendang ini, hampir seluruh masyarakat dunia mengetahui bahwa rendang ini merupakan makanan khas dari Indonesia.

BACA JUGA :

Bagaimana, apakah anda sudah pernah memakan rendang khas Payakumbuh? Jika belum, penulis menganjurkan untuk mencobanya, karena jika tak mencoba anda sangat rugi.

Mari sama-sama kita lestarikan kuliner khas Minangkabau ini. Dengan tetap memakan rendang dan belajar membuatnya, bisa menjadi langkah awal untuk tetap menjaga kelestariannya.

Categories
Artikel

Wajib Dikunjungi, 20 Destinasi Wisata di Payakumbuh Terbaru dan Hits

Sumatera Barat merupakan daerah yang sangat banyak menyimpan destinasi wisata yang sangat wajib untuk dikunjungi. Semua lokasi wisata yang ada di Sumatera Barat ini bisa dipastikan akan membuat seluruh mata pengunjung terpana akan keindahannya.

Pada tulisan ini, penulis akan membahas destinasi wisata yang berada di salah satu daerah di Sumatera Barat. Daerah ini dikenal dengan sebutan Kota Biru. Bagaimana, apakah pembaca sudah bisa menebaknya?

Ya, sangat pas sekali, yaitu Payakumbuh. Selain dikenal dengan sebutan Kota Biru, Payakumbuh juga akrab dikenal sebagai Kampung Rendang. Karena di Payakumbuh ini sangat banyak olahan rendang yang enak-enak dan masih terjaga resep rahasianya hingga kini.

Selain itu, Payakumbuh juga merupakan daerah penghasil destinasi terbanyak dan terindah di Sumatera Barat. Bagaimana tidak, semua daerah di Payakumbuh ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata karena keberadaan nagarinya yang sangat elok dipandang mata.

Berikut telah penulis rangkum 20 destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan

 

  1. Lembah Harau

Pasti semua masyarakat Sumbar mengenal dan pernah pergi ke destinasi yang satu ini, yaitu Lembah Harau. Lembah Harau ini sangat unik dan diapit oleh dua bukit dengan ketinggian bukitnya 150 meter. Pasti sudah terbayangkan oleh kita semua bagaimana indahnya Lembah Harau ini kan. Lalu, di antara bukitnya tersebut juga terdapat sungai-sungai kecil yang sangat jernih airnya, serta air terjun dan tebing-tebing yang sangat estetik untuk difoto.

 

  1. Paralayang di Taeh Bukik

Ternyata di Payakumbuh juga memiliki destinasi wisata paralayang loh. Dan tak kalah asik juga dengan daerah lain yang ada paralayangnya ini. Lokasi tepatnya adalah di sekitaran Gunung Bungsu, pengunjung yang ingin ke lokasi Paralayang Taeh Bukik ini bisa mengejek di google maps untuk lokasi pastinya.

Selain itu, atlet paralayang yang latihan di Taeh Bukik ini juga berhasil masuk di ajang perlombaan bergengsi loh. Jadi, tunggu apa lagi, silakan jadikan Paralayang Taeh Bukik sebagai list lokasi liburan kalian.

 

  1. Jembatan Ratapan Ibu

Jembatan Ratapan Ibu ini sangat mudah untuk dikunjungi oleh wisatawan. Karena lokasinya yang tak begitu jauh dengan pusat kota Payakumbuh. 

Ternyata, Jembatan Ratapan Ibu ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1818 loh. Dan juga desainnya tidak ada di rumah dari dulu hingga kini. Jadi masih original sejak dulunya.

Jembatan Ratapan Ibu ini membentang di Sungai Batang Agam  dan menghubungkan Pasar Payakumbuh dengan Nagari Aie Tabik. 

 

  1. Nagari Seribu Menhir

Jika di daerah lain kita hanya bisa melihat satu atau dua menhir, di Payakumbuh ini wisatawan bisa melihat lebih dari ratusan menhir. Lokasi wisata ini dikenal dengan sebutan Nagari Seribu Menhir. Karena disana terdapat banyak peninggalan zaman dahulu seperti batu tapak, lumpang batu, dan batu jajak ayam peninggalan zaman prasejarah.

Lokasi Nagari Seribu Menhir ini terletak di Nagari Menhir, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota.

 

  1. Batang Tabik

Bagi anda yang ingin berakhir pekan bersama keluarga sambil berenang ria, Batang Tabik adalah solusinya. Batang Tabik sangat ramai dikunjungi saat akhir pekan, karena air dari kolam pemandian ini langsung dari sumber mata air di perbukitan. Jadi, bisa langsung dirasakan kesegaran alamnya.

Lokasinya di Sungai Kemuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

 

  1. Bukit Kelinci

Bukit Kelinci bisa jadi destinasi wisata yang wajib untuk anda kunjungi ketika berakhir pekan. Hal tersebut dikarenakan Bukit Kelinci ini adalah destinasi wisata yang baru berdiri di Payakumbuh dan masih hits, yaitu baru dibuka sejak 2018 lalu.

Seperti namanya, di Bukit Kelinci ini anda bisa melihat peternakan kelinci yang dipamerkan seperti di Eropa. Tentunya ada banyak spot foto yang menarik di Bukit Kelinci ini untuk kaula muda.

 

  1. Aia Baba Halaban

Bagi anda yang menginginkan mandi di perbukitan dan merasakan relaksasi kesegaran karena pemandangan hijau, Aia Baba Halaman mungkin bisa jadi tempat yang wajib untuk dikunjungi.

Di Aia Baba Halaban ini juga terdapat air terjun dengan ketinggian mencapai 100 meter. Waduh, sudah kebayang bagaimana indahnya lokasi ini bukan. Tunggu apa lagi, silakan berkunjung ke Halaban, Kecamatan Lareh Sago, Kabupaten Lima Puluh Kota.

 

  1. Kapalo Banda Taram

Penampakan di Kapalo Banda Taram ini adalah pemandangan hijau yang dapat memanjakan mata pengunjung dan bisa menyebabkan pikiran tenang dan segar.

Objek wisata ini seperti sebuah danau yang diapit oleh perbukitan dan sangat ramai di kunjungi. Lokasinya itu di Nagari Taram, Kecamatan Harau. Kapalo Banda Taram ini sangat wajib untuk anda kunjungi ya.

 

  1. Ngalau Sampik

Untuk anda yang sangat senang dengan keanekaragaman flora seperti bunga dan anggrek, nampaknya wajib untuk mengunjungi Ngalau Sampik ini. Selain itu, di sini juga terdapat pepohonan yang rindang dan membuat suasana sangat segar. 

Wisata di Ngalau Sampik ini sangat direkomendasikan untuk kunjungan akhir pekan bersama keluarga ataupun teman. Karena bisa mempererat hubungan satu sama lain.

 

  1. Ngalau Indah

Ingin berkunjung ke goa dan menikmati formasi batuan yang menarik? Sepertinya anda wajib untuk pergi ke Ngalau Indah.

Jangan khawatir untuk harga tiket masuk di Ngalau Indah ini. Karena sangat terjangkau dan ramah di kantong. Ngalau Indah hanya merogoh kocek senilai Rp 5000 saja untuk satu orang.

 

  1. Padang Mangateh

Bagi anda yang ingin menikmati liburan seperti di luar negeri, mungkin Padang Mangateh adalah solusinya.

Sebenarnya Padang Mangateh ini hanyalah sebuah peternakan sapi biasa. Namun, karena lokasinya luas dan asri, menyebabkan ada banyak spot foto yang menarik untuk diabadikan.

Hal ini juga menyebabkan Padang Mangateh menjadi destinasi wisata yang sangat menarik untuk menghiasi laman sosial media anda dengan keindahan lokasinya.

 

  1. Jembatan Kelok Sembilan

Kelok Sembilan menjadi lokasi yang selalu dilewati oleh kendaraan yang ingin keluar dari Sumatera Barat. Karena Kelok Sembilan ini merupakan jalan utama untuk bepergian terutama untuk tujuan pulau Jawa.

Namun, ternyata Jembatan di Kelok Sembilan ini juga menjadi spot yang menarik untuk dikunjungi loh. Karena lokasinya di perbukitan dan ada banyak jembatan yang melingkar, menyebabkan ada pemandangan yang menarik untuk dipandang mata.

 

  1. Rumah Tan Malaka

Bagi anda penikmat wisata sejarah, mungkin Rumah Tan Malaka adalah lokasi yang wajib untuk anda kunjungi. Penikmat buku-buku filsafat dan pemikiran, tentunya kenal dengan nama Tan Malaka ini. Karena sangat banyak pemikiran beliau yang mencerahkan dan berpikir kemajuan.

Rumah Tan Malaka ini ternyata juga tak pernah diubah desainnya sejak 1936, dan masih sama seperti awal dibangun. Hebatnya lagi rumah ini ternyata masih kokoh dan dijaga dengan baik.

Rumah Tan Malaka ini biasanya ramai dikunjungi untuk riset sejarah dan liburan sekolah.

 

  1. Bukit Batu Manda

Ketika anda ingin menepi dari hiruk pikuk dunia, dan ingin menyendiri menikmati pemandangan alam yang luas dari ketinggian. Nampaknya destinasi wisata Bukit Batu Manda menjadi tempat yang wajib untuk anda kunjungi.

Ketinggian Bukit Batu Manda ini mencapai sekitar 550 mdpl, di perjalanan menuju puncaknya, kita akan disuguhi oleh padang ilalang yang sangat hijau dan cantik dipandang mata.

Lokasi tepatnya Bukit Batu Manda ini adalah di Talang River, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Tapi ingat ya, ketika berkunjung ke sini jangan buang sampah sembarangan, supaya lokasi ini tetap bersih dan asri di pandang mata.

 

  1. Panorama Ampangan

Terletak di kaki Gunung Sago membuat Panorama Ampangan menjadi tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan pusat kota Payakumbuh dari ketinggian.

Pemandangan di Panorama Ampangan ini juga dipastikan sangat eksotik, karena pengunjung bisa menyaksikan sunrise dan sunset sekaligus.

 

  1. Puncak Marajo

Bagi anda yang ingin liburan akhir pekan sembari trekking, nampaknya Puncak Marajo harus menjadi lokasi yang wajib untuk dikunjungi.

Selain menawarkan sensasi alam yang menyenangkan, Puncak Marajo juga menghadirkan sensasi trekking alam yang sangat sejuk dan indah dipandang.

Kendati demikian, untuk mampu sampai ke Puncak Marajo memang harus dibutuhkan usaha ekstra, karena jarak trekking yang lumayan jauh. Tapi, ketika sampai di puncaknya, rasa penat akan terbayarkan dengan penuh keindahan.

 

  1. Ngalau Seribu

Ngalau Seribu ini sangat wajib untuk dikunjungi bersama teman-teman. Ngalau Seribu menyajikan pemandangan gua yang sangat banyak dan indah untuk diabadikan di kamera anda. 

Suasana di Ngalau Seribu juga asri dan terasa segar, karena di dalam goa ini ada sumber air yang masih alami dan bisa untuk diminum langsung.

Karena pemandangan goanya yang cantik ini juga, Ngalau Seribu jadi kunjungan wajib bagi wisatawan pecinta alam. Lokasinya pun berdekatan dengan Lembah Harau, yaitu di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

 

  1. Air Terjun Lubuk Bulan

Ingin melihat air terjun yang hampir menyerupai bulan sabit? Anda harus datang ke destinasi wisata di Air Terjun Lubuk Bulan. 

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter, dan dikelilingi oleh beberapa tebing tinggi di sekitar air terjunnya. Lokasi dari Air Terjun ini adalah di Kecamatan Mungka.

 

  1. Bukik Bulek Taram

Bukik Bulek Taram ini sangat unik, bagaimana tidak, destinasi wisata ini terdiri dari batu dengan bentuk bundar yang sangat menonjol dan terjal.

Walaupun terjal, lokasi ini tetap juga ramai dikunjungi oleh wisatawan, karena Bukik Bulek Taram menyajikan spot foto yang menarik untuk diabadikan.

Selain itu, lokasi Bukik Bulek Taram juga menarik untuk dijadikan tempat memancing loh, dan tentunya ini sangat menyenangkan untuk dicoba.

 

  1. Sarasah Murai Gantiang

Bagi anda yang ingin berkunjung ke lokasi wisata ini, sangat dianjurkan untuk memakai sepatu. Karena lokasi ini melewati jalan tanah yang banyak bebatuan serta tidak rata. 

Lokasi Sarasah Murai Gantiang juga berdekatan dengan Lembah Harau, hanya berjarak sekitar 10 km saja.

Walaupun jalan menuju air terjun ini perlu tenaga ekstra, tapi ketika sampai bisa dipastikan bahwa anda akan bisa terdiam dan terpana dengan keindahan lokasinya.

Tak terasa penulis ternyata sudah menyajikan 20 destinasi wisata di Payakumbuh yang wajib untuk anda kunjungi. Bagaimana, apakah anda sudah siap untuk mengunjunginya di akhir pekan? 

 

Categories
Artikel

5 Daerah Penghasil Bawang Merah Terbanyak, Salah Satunya Ada di Sumbar

Bawang merah merupakan salah satu bumbu masak utama di dunia. Daerah asal dari bawang merah ini adalah di Iran, Pakistan. Kendati demikian, saat ini untuk populasi dari bawang merah ini sudah sampai keseluruh dunia dan bahkan Indonesia.

Bawang merah mengandung vitamin C, asam folat, kalium dan kaya serat. Selain itu, juga terdapat kalsium hingga zat besi pada bawang merah tersebut. Karena banyaknya kandungan yang dimiliki oleh bawang merah ini, menjadikannya sebagai bahan dasar utama untuk bumbu dapur ataupun untuk pengobatan.

Di Indonesia sendiri, ternyata memiliki banyak daerah yang bisa untuk memproduksi bawang merah ini. Untuk itu, penulis akan berbagi tulisan tentang lima daerah penghasil bawang merah terbanyak di Indonesia.

 

  1. Kabupaten Brebes

Brebes merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Dengan luas wilayahnya sekitar 1.769,62 km².

Untuk penghasil bawang merah, ternyata Brebes masuk kedalam sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Pasalnya, daerah ini mampu memberikan kontribusi sebanyak 18,5 persen produksi nasional.

Selain itu, bawang merah yang dihasilkan oleh petani di Brebes tak hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan nasional, tapi juga bisa untuk komoditi luar negeri.

 

  1. Kabupaten Demak

Demak merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa tengah. Dengan luas wilayahnya sekitar 897,43 km². Selain itu, ternyata Demak ini juga termasuk kedalam kategori kedua untuk penghasil bawang merah terbesar di Jawa Tengah sejak 1970-an setelah Brebes.

Berdasarkan data dari BPS, luas panen bawang merah di Demak ini pada tahun 2022 adalah 10.258 hektar dan produksinya 781,65 kwintal.

 

  1. Kabupaten Nganjuk 

Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur. Luas panen bawang merah di daerah ini menurut data dari BPS pada 2020 adalah 14.505 hektar dengan jumlah produksinya sebesar 1,7 juta kwintal. 

Angka produksi bawang merah di Kabupaten Nganjuk ini pun menjadikan daerahnya sebagai urutan kedua terbesar di Indonesia untuk penghasil bawah merah, setelah Kabupaten Brebes.

 

  1. Kabupaten Bima

Kabupaten Bima masuk kedalam wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, Kabupaten Bima ini juga dikategorikan sebagai nomor empat besar di Indonesia untuk penghasil bawang merah.

Tak tanggung-tanggung, produksi bawang merah di Kabupaten Bima ini rata-rata sekitar 10.22 ton/hektar.

 

  1. Kabupaten Solok

Kabupaten Solok merupakan salah satu wilayah yang ada di Sumatera Barat. Luas panen bawang merah di daerah ini bisa sampai 7.300 ha per tahun.

Karena luas panen yang luas ini, Kabupaten Solok juga masuk kedalam kategori penghasil bawang merah terbesar di Sumatera.