Saudagar Minang Raya

Categories
Artikel

Potret Ekonomi Sumbar : Pertumbuhan, Potensi Dan Peluang Investasi Yang Menjanjikan

Sumatera Barat merupakan sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatra. Provinsi Sumatera ink terletak di sepanjang  pesisir barat Sumatera bagian tengah, dataran tinggi Bukit Barisan di sebelah timur, dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Sehingga dengan demikian Sumatera Barat memiliki Potret alam yang indah beserta hasil alam yang berlimpah.

Provinsi Sumatera ini terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi dan daerah pesisir pantai. Provinsi ini juga dikenal sebagai daerah agraris yang kaya akan hasil pertanian seperti beras, jagung maupun sayur-sayuran lainnya. Tidak hanya itu, daerah ini juga mempunyai kekayaan alam lainnya, seperti pala, cengkeh, pinang, kayu manis dan rempah-rempah lainnya.

Kemudian, provinsi ini memiliki kekayaan dan keindahan alam yang berlimpah. Provinsi ini memiliki banyak pulau yang dapat dijadikan objek destinasi wisata. Bahkan provinsi ini juga mempunyai keindahan pulau layaknya Raja Ampat  dan dijuluki sebagai Raja Ampat Sumatera. 

Kemudian kekayaan alam yang dimiliki kepulauan mentawai juga begitu menjanjikan, baik pada sektor pariwisata maupun kekayaan alam lainnya. Sehingga tak jarang para turis sangat tertarik mengunjungi pulau ini.

Kekayaan dan keindahan alam yang dimiliki provinsi Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang menarik untuk dieksplorasi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi potret ekonomi Sumbar , meliputi pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sektor-sektor unggulan, serta peluang investasi yang menjanjikan. Bagi anda yang tertarik mempelajari potensi bisnis dan peluang bisnis di daerah ini, artikel ini akan memberikan solusi.

Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat

Sumatera Barat mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan dari sektor-sektor utama, seperti pariwisata, pertanian, dan industri kreatif, telah mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku perekonomian di Sumatera Barat mencapai Rp285,38 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp50,59 juta atau US$3.571,02. Pertumbuhan ekonomi Sumbar mengalami peningkatan, tahun 2021 perekonomian tumbuh sebesar 3,29 persen, sementara pada 2022 perekonomian tumbuh dan meningkat menjadi 4,36 persen. 

Peningkatan ekonomi tersebut juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam rangka memulihkan serta meningkatkan ekonomi nasional secara intensif dan berkesinambungan. Peningkatan ini juga didukung oleh struktur lapangan kerja dimiliki Sumbar, mulai dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, dan juga di bidang perniagaan, baik pedagang besar maupun eceran.

Potensi ekonomi yang dimiliki Sumbar ini memiliki peluang bisnis besar bagi sektor industri dan juga memberikan peluang investasi baik di bidang pariwisata, pertanian, perikanan dan perkebunan maupun di bidang perniagaan.

Baca juga : Wisata Sumatera Barat: Perjalanan Mengenal Budaya Minangkabau

Sektor-Sektor Unggulan

Sumatra Barat memiliki sektor-sektor unggulan yang menjadi pilar ekonomi provinsi ini. Pariwisata menjadi salah satu sektor utama, dengan kekayaan alam dan keindahan budaya yang menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Wisata halal dapat menjadi salah satu keunggulan yang harus dikembangkan Sumbar, karena Sumbar juga terkenal dengan falsafah adat, adat basandi syara, syara basandi kitabullah.

Pasca pandemi Covid-19 pertumbuhan pariwisata Sumbar semakin pesat dan dapat menjadi penggerak sektor perekonomian di Sumbar. Pariwisata ini juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi lainnya, seperti sektor perhotelan, kuliner, industri transportasi, musik dan juga bidang informasi dan komunikasi

Selain itu, perekonomian Sumbar tercatat ditopang oleh sektor pertanian sebesar 26,62 persen, perdagangan 25,66 persen, dan transportasi pergudangan sebesar 10,70 persen. Pertanian ini merupakan sektor ekonomi unggulan yang menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Baca juga : Industri Kreatif Berkembang Pesat di Sumatera Barat

Peluang Investasi

Perkembangan sektor-sektor unggulan perekonomian Sumbar menawarkan berbagai peluang investasi yang menjanjikan. Mulai dari bidang pariwisata yang kaya akan keindahan alamnya, pertanian dan perikanan dan juga industri kreatif yang memiliki potensi perkembangan yang cukup signifikan.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan perekonomian Sumbar dengan memberikan dukungan kepada seluruh sektor perekonomian yang sedang berkembang di Sumbar, mulai dari upaya dinas kelautan meningkatkan sektor perikanan dan juga perkembangan jamur tiram.

Pada sektor pertanian, pemerintah memberikan kemudahan dalam perizinan budidaya pertanian berkelanjutan. Kemudian, untuk meminimalkan resiko penyediaan lapangan kerja, pemerintah juga  mendorong pemberdayaan UMKM.

Kemudian, Sumbar juga memiliki infrastruktur yang baik untuk pengelolaan pariwisata. Mulai dari jalan yang bagus, alat transportasi dan juga akomodasi wisata yang baik. Sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan suasana yang menyenangkan

Baca juga : Pengembangan Industri Ekonomi Hijau di Sumatera Barat

Faktor-Faktor Pendukung

Perkembangan ekonomi di Sumbar juga didukung oleh beberapa faktor, mulai dari letak geografis Sumbar yang memiliki gunung, lembah, pantai dan juga pulau sebagai objek wisata. Sehingga hal tersebut sangat mendukung perkembangan ekonomi dalam sektor pariwisata.

Kemudian, masyarakat Sumbar juga terkenal memiliki budi pekerti yang baik sesuai dengan tata cara atau etika komunikasi yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Sumbar dikenal dengan istilah kato nan ampek. Kato nan ampek ini telah mengatur bagaimana tata cara yang baik berbicara kepada teman sebaya, adik, orang yang lebih dewasa dan juga orang yang dituakan dalam adat.

Inisiatif Pemerintah dan Rencana Pembangunan

Pemerintah Sumbar telah meluncurkan berbagai inisiatif dan rencana pembangunan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi provinsi ini. Mulai dari pengembangan kawasan industri, peningkatan aksesibilitas, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upaya dan inisiatif pemerintah ini telah membuktikan dapat meningkatkan perekonomian di Sumbar, baik di sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan, perdagangan dengan pemberdayaan UMKM, perikanan dan juga akses transportasi. Dengan upaya dan dukungan yang telah diberikan pemerintah tersebut memberikan peluang yang besar untuk investasi yang sangat menjanjikan.

 

Kesimpulan

Sumatera Barat menawarkan potensi ekonomi yang menarik, pertumbuhan yang stabil, dan peluang investasi yang menjanjikan. Potret pertumbuhan  ekonomi Sumatera Barat, mencakup pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sektor-sektor unggulan, dan peluang investasi yang tersedia. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kondisi ekonomi dan faktor-faktor pendukungnya, diharapkan pembaca dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait bisnis dan investasi di Sumatra Barat.

Categories
Artikel

Potensi Ekonomi dan Pariwisata Sumatera Barat: Jelajahi Keindahan dan Kemajuan

Sumatera Barat (Sumbar) merupakan daerah memiliki banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Banyak bidang mulai dari investasi, pariwisata, pertanian, kelautan, dan lainnya bisa dikembangkan. Hal ini tentu tidak lepas dari peran pemerintah dalam kebijakan  pembangunan.

Misalnya pada sektor pertanian, pemerintah daerah menetapkan ini sebagai sektor potensial untuk dikembangkan. Pemerintah daerah telah menetapkan ini dalam prioritas pembangunan dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Begitu juga dengan sektor pariwisata, karena Sumbar memiliki banyak tempat-tempat indah untuk dikunjungi. Pemerintah daerah sendiri juga telah menetapkan peningkatan kunjungan wisata yang salah satu dampaknya menaikkan kondisi ekonomi masyarakat.

Pembangunan ekonomi tidak lepas dari perencanaan, penggunaan, pengelolaan dan penyelamatan sumber daya alam yang harus dilakukan dengan lebih cermat. Lalu bagaimana gambaran potensi ekonomi di Sumatera Barat? Simak penjelasan di bawah ini:

A. Sejarah Sumatera Barat dan Kebudayaan Minangkabau

Dikutip dari laman resmi Pemprov Sumbar, Sumatera Barat merupakan Provinsi yang mempunyai sejarah panjang, dimana setiap sejarahnya mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Minangkabau.

Provinsi dengan jumlah penduduk 5.534,472 berdasarkan sensus 2020 ini memang dihuni dominan oleh masyarakat yang beretnis Minang, sehingga wajar saja jika Sumatera Barat dikenal lewat suku Minangkabau.

Pada awalnya, sejarah Minangkabau bermula pada masa kerajaan Adityawarman, yang merupakan tokoh penting. Dia seorang Raja yang tidak ingin disebut sebagai Raja, pernah memerintah di Pagaruyuang, daerah pusat kerajaan Minangkabau. Selain itu dia juga orang pertama yang memperkenalkan sistem kerajaan di Sumatera Barat.

Sejak Pemerintahan Raja Adityawarman tepatnya pertengahan abad ke – 17, daerah ini menjadi lebih terbuka dengan dunia luar khususnya Aceh. Karena hubungan dengan Aceh yang semakin intensif melalui kegiatan ekonomi , akhirnya mulai berkembang nilai baru yang menjadi landasan sosial budaya masyarakat Sumatera Barat.

Islam sebagai agama masyarakatnya berkembang dikalangan masyarakat yang sebelumnya  didominasi agama Budha. Selain itu sebagian kawasan di pesisir pantai saat itu berada di bawah kerajaan kekuasaan Pagaruyung, namun kemudian bagian dari kesultanan Aceh.

Seiring perkembangan zaman, Sumatera Barat menjadi wilayah yang lebih terbuka. Hal ini menyebabkan kebudayaan semakin berkembang oleh bercampurnya para pendatang. Berbagai macam pengaruh datang ke Sumatera Barat dalam perjalanannya.

Kemudian, pada masa awal kemerdekaan di tahun 1945, daerah Sumatera Barat bergabung dengan Provinsi Sumatera Barat yang berdomisili di Bukittinggi. Tahun 1949 Provinsi Sumatera mengalami perpecahan menjadi 3 kawasan, yakni Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah yang mencangkup Sumatera Barat, Jambi dan Riau.

Penduduk Sumatera Barat dihuni oleh mayoritas oleh suku Minangkabau. Selain suku Minang, di wilayah Pasaman juga dihuni oleh Suku Mandailing dan suku Batak. Kemudian di daerah Silaut dan Sitiung yang merupakan daerah transmigrasi terdapat juga suku Jawa. 

Sebagian warga di daerah tersebut adalah Imigran keturunan Suriname yang kembali memilih pulang ke Indonesia pada akhir tahun 1950 an. Para imigran itu ditempatkan di daerah Sitiung. 

Selanjutnya ada juga mayoritas penduduk suku Mentawai berdomisili di kepulauan Mentawai dan sangat jarang ditemui penduduk suku Minangkabau. Ada juga suku lainnya seperti etnis Tionghoa lebih banyak menetap di Kota – kota besar seperti Bukittinggi, Padang dan Payakumbuh.

B. Potensi Ekonomi di Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Barat punya potensi ekonomi yang cukup besar terutama di sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil dan menengah (IKM). Berikut sejumlah potensi ekonomi di Sumatera Barat:

  1. Pertanian

Sumatera Barat punya lahan yang subur dan cocok untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman seperti padi, kopi, coklat, dan sayuran. Daerah ini juga terkenal dengan kopi Gayo yang berkualitas tinggi dan banyak dikenal di  dunia. Selain itu, pertanian juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

  1. Perikanan

Sumatera Barat memiliki wilayah laut yang luas dengan sumber daya laut melimpah, khususnya ikan dan udang. Pemerintah setempat sudah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produksi perikanan seperti pembangunan sentra-sentra perikanan dan mendorong hadirnya pengembangan budidaya ikan air tawar.

  1. Sektor UMKM

UMKM sangat berpotensi dikembangkan karena Sumatera Barat memiliki banyak pengusaha kecil dan menengah yang terlibat dalam berbagai sektor industri seperti tekstil, kulit, kerajinan tangan, makanan dan minuman. Pemerintah daerah juga memberikan stimulus dukungan dan fasilitas untuk memudahkan pertumbuhan industri kecil dan menengah di daerah tersebut.

  1. Pariwisata

Pariwisata merupakan sektor yang berpotensi terus dikembangkan di Sumatera Barat. Pariwisata bakal menggerakkan banyak sektor karena meningkatnya mobilitas seperti sektor hotel, restoran, dan jasa transportasi. Namun hal harus didukung dengan kemudahan layanan hingga infrastruktur yang mendukung.

Banyaknya potensi pariwisata yang dimiliki, membuat Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan meningkatkan perekonomiannya, serta membuka peluang investasi bagi pelaku bisnis di dalam maupun luar negeri.

C. Keunggulan Pariwisata Sumatera Barat

Menjadi provinsi yang berada di sisi barat Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Barat memiliki paket lengkap keindahan alam mulai dari pantai, laut, pulau, danau, bukit, lembah, pegunungan, kuliner hingga kekayaan adat istiadat.

Misalnya untuk wisata bahari Sumbar memiliki Pantai Padang dengan pesona matahari terbenam, hingga Pantai Air Manis yang dikenal lewat legenda si Malin Kundang anak durhaka. Sementara bagi pecinta olahraga surfing, bisa menikmati tingginya ombak di Pulau Mentawai.

Begitu pula dengan pecinta wisata air, terdapat sejumlah pulau kecil di Kota Padang yang menarik untuk dikunjungi, bahkan bisa berkemah. Pulau-pulau kecil ini menggoda untuk dikunjungi mulai dari Pasumpahan, Pamutusan hingga kawasan Mandeh yang disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumbar.

Sementara bagi yang menyukai rekreasi ke pegunungan bisa berkunjung ke Kota Bukittinggi. Sejuknya udara kota dengan ikon jam gadang hingga pemandangan eksotik Ngarai Sianok akan memanjakan mata pengunjung.

Pengunjung juga bisa berekreasi dengan mendaki berbagai gunung menarik di Sumbar seperti Marapi, Singgalang, Talang dan gunung lainnya. Belum lagi ada berbagai danau indah seperti Danau Kembar, Danau Maninjau hingga Danau Singkarak yang menarik untuk disinggahi.

Tidak hanya berkunjung ke alamnya, setiap orang yang datang akan lidahnya akan dimanjakan dengan berbagai sajian kuliner mulai dari nasi Padang, nasi kapau, sate, gulai kepala ikan, soto padang, rendang sampai beragam penganan tradisional yang sangat nikmat.

Selain alam dan kuliner, yang tak kalah menarik adalah budaya dan berbagai atraksinya. Diantara atraksi budaya yang menarik dan unik seperti Hoyak Tabuik di Pariaman, Pacu Jawi di Tanah Datar, Serak Gulo di Padang, dan banyak atraksi budaya lainnya.

D. Upaya Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata Sumatera Barat

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah dan swasta untuk mengembangkan ekonomi dan pariwisata Sumatera Barat, termasuk investasi, promosi, dan peningkatan berbagai infrastruktur pendukung.

Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar. Pemerintah dan swasta telah telah berupaya melakukan sejumlah inovasi untuk mengembangkan ekonomi dan pariwisata. 

Beberapa usaha tersebut antara lain:

  1. Menarik Investasi

Pemerintah dan swasta melakukan berbagai usaha untuk menarik investasi ke Sumatera Barat. Sejumlah sektor yang menjadi fokus investasi adalah pariwisata, perkebunan, pertanian, dan industri. 

Adapun contoh investasi yang telah masuk ke Sumatera Barat seperti pembangunan hotel dan resort, investasi pada bidang perkebunan seperti perkebunan kopi dan teh. Begitu juga dengan investasi dalam bidang industri seperti pabrik pengolahan kayu.

  1. Promosi Wisata

Pemerintah dan swasta sudah banyak  melakukan berbagai usaha untuk promosi menarik wisatawan ke Sumatera Barat. Contoh promosi yaitu menggelar pameran pariwisata, promosi melalui media sosial dan internet, serta promosi melalui media cetak dan elektronik. 

Promosi lewat media sosial dilakukan dengan menggaet sejumlah influencer untuk mengenalkan Sumatera Barat. Selain itu, Sumatera Barat sering menjadi tuan rumah sejumlah acara internasional seperti Festival Tabuik dan Festival Danau Maninjau.

  1. Peningkatan Infrastruktur

Pemerintah terus melakukan upaya meningkatkan infrastruktur mendukung. Diantara proyek yang telah dilakukan antara lain pembangunan jalan raya, pembangunan bandara internasional, dan pembangunan pelabuhan.

Peningkatan infrastruktur diharapkan bisa memudahkan akses wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Itulah sejumlah upaya pemerintah dan swasta untuk mengembangkan ekonomi dan pariwisata Sumatera Barat. Usaha ini tentu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

E. Prospek Masa Depan Ekonomi dan Pariwisata Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak potensi untuk terus mengembangkan sektor ekonomi dan pariwisata di masa depan. 

Berikut ini sejumlah prospek masa depan ekonomi dan pariwisata, antara lain:

  1. Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Sumatera Barat memiliki banyak potensi di Sumatera Barat seperti wisata keindahan alam, budaya, dan kuliner yang menarik. Hadirnya berbagai upaya pemerintah dan swasta untuk meningkatkan promosi dan infrastruktur, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan akan terus mengalami peningkatan di masa mendatang.

  1. Peningkatan Investasi

Banyak potensi investasi di Sumatera Barat di berbagai sektor seperti pariwisata, perkebunan, pertanian, dan industri. Usaha maksimal dari pemerintah dan swasta untuk menarik investasi ke Sumatera Barat, diharapkan membuat sektor ekonomi terus berkembang di masa depan.

  1. Peningkatan Sektor Terkait

Adanya usaha peningkatan sektor pariwisata juga diharapkan meningkatnya investasi di sektor terkait. Diantaranya peningkatan sektor perdagangan, jasa transportasi, dan jasa keuangan juga berkembang. Hal ini akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

  1. Pengembangan Infrastruktur

Usaha peningkatan infrastruktur diharapkan bisa memudahkan akses wisatawan dan pelaku bisnis. Diantaranya lewat pembangunan bandara, pelabuhan, dan jalan raya. Peningkatan berbagai infrastruktur pendukung diharapkan  meningkatkan konektivitas di daerah tersebut sehingga memudahkan mobilitas orang dan barang.

Baca juga:

Itulah sejumlah potensi di Sumatera Barat yang dapat dikembangkan untuk kemajuan daerah. Dengan potensi-potensi tersebut, diharapkan Sumbar terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata dan pusat investasi yang menarik di Indonesia. Meski demikian, mencapai hal tersebut butuh kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat setempat.

Categories
Artikel

Pemprov Sumut-Sumbar Perkuat Kerjasama Pangan dan Pertanian

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar)dan Pemprov Sumatera Utara (Sumut) percobaan membangun kerja sama pangan dan pertanian. Kesempatan ini ditandai dengan kesepakatan antara kedua Gubernur daerah bertetangga tersebut.

Sebagaimana dilansir dari RMOLSUMUT, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi telah menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang pangan dan pertanian. Penandatanganan PKS dilaksanakan saat acara ‘Sepakan di Ranah Minang’, Rabu (9/11/2022) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan.

Kedua kepala daerah berharap PKS mampu meningkatkan perekonomian kedua provinsi, serta cukup ketersediaan bahan pangan. Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadikan kedua provinsi maju dan berkembang bersama.

Baca juga : Melirik Potensi Pertanian Sumbar sebagai Penopang Perekonomian Daerah

Dalam momen membobol PKS itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebut hasil pertanian dan tingkat kebutuhan daerahnya mirip dengan Sumbar, namun khusus bawang merah Sumut mengalami kondisi surplus. Sementara Sumbar tidak punya produksi minyak goreng dan Sumut yang surplus.

Baca juga : Sumatera Barat Menjadi Salah Satu Masa Depan Bisnis Indonesia

Melihat kondisi itu, kedua provinsi tampak saling membutuhkan, sehingga butuh kerja sama yang kuat di antara keduanya. Selain bekerja sama soal pertanian, Edy Rahmayadi juga berharap ikatan persaudaraan masyarakat Sumbar dan Sumut juga semakin kuat, termasuk masyarakat Minang yang tinggal di Sumut.

Ditambah lagi, masyarakat Minang di Sumut adalah salah satu penggerak roda perekonomian. Lebih dari satu juta jiwa masyarakat Minang tinggal di Sumut, dan mayoritas menjadi penggerak perekonomian. Banyak di antara mereka yang membuka usaha, dan kondisi ini sudah terjadi sejak dulu. Kondisi terikat dengan masyarakat juga bagus, sehingga Edy berharap ikatan persaudaraan kedua daerah terus terjalin.

Dalam pertemuan PKS itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi juga menjelaskan bahwa sejarah ikatan Sumbar dan Sumut sudah sangat lama terjalin, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Selain soal perdagangan, ulama-ulama Sumbar juga banyak yang belajar ke Barus, begitu juga soal pendidikan dan industri.

Categories
Artikel

Daftar Kota dan Kabupaten Penopang Ekonomi Sumbar

 

Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat diketahui semakin tumbuh lebih baik usai memanfaatkan pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu. berikut ini daftar kabupaten kota penopang Ekonomi Sumbar (Sumatera Barat) berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Daftar kabupaten kota penopang Ekonomi Sumbar (Sumatera Barat)

1. Kota Padang

BPS mencatat perekonomian Kota Padang pada tahun 2020 mencapai Rp 62,22 triliun. Angka itu diketahui dari hitungan besaran produk domestik bruto regional (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB).

Jika dikalkulasikan, angka ini setara dengan 25,7% dari total PDRB 19 kabupaten kota di Sumatera Barat yang mencapai Rp241,88 triliun. Perekonomian ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini ditopang dari sektor perdagangan besar dan eceran serta transportasi dan pergudangan.

PDRB sektor perdagangan besar dan perbelanjaan eceran mencapai Rp10,21 triliun atau 16,41%, sementara sektor perdagangan besar dan pertunjukan eceran Rp9,74 triliun atau 15,66% dari total perekonomian tahun lalu.

2. Kabupaten Agam

Kabupaten Agam berada diurutan kedua daerah penopang perekonomian Sumatera Barat dengan PDRB ADHB sebesar Rp20,37 triliun.

3. Kabupaten Padang Pariaman

Kabupaten Padang Pariaman tercatat memiliki nilai PDRB ADHB sebesar Rp17,94 triliun.

4.Kota Sawahlunto

BPS mencatat Kota Sawahlunto memiliki PDRB ADHB sebesar Rp3,66 triliun.

5. Kota Solok

Kota Solok memiliki PDRB ADHB perekonomian Rp4,04 triliun.

6. Kota Padang Panjang

Kota Padang Panjang menjadi kabupaten/kota dengan PDRB ADBH terkecil, yakni hanya Rp3,47 triliun.

 

Baca juga  :

Daerah dengan PDRB per kapita tertinggi di Sumatera Barat

Kota Bukittinggi diketahui sebagai kabupaten/kota dengan PDRB per kapita tertingi, yaitu sebesar Rp65 juta pada tahun 2020.

Kemudian diikuti oleh Kota Padang dengan PDRB per kapita Rp64,67 juta, selanjutnya Kota Padang Panjang dengan PDRB per kapita Rp63,82 juta.

Selanjutnya Kabupaten Pasaman memiliki PDRB per kapita Rp31,32 juta dan Kabupaten Solok Selatan memiliki PDRB per kapita Rp31,81 juta.

Terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan diketahui sebagai kabupaten/kota yang memiliki PDRB per kapita terendah di Sumatera Barat, yaitu hanya Rp29,96 juta.