Saudagar Minang Raya

Categories
Artikel

Inovasi Teknologi yang Mendukung Pertanian di Sumatera Barat

Pertanian adalah salah satu bidang yang berkontribusi cukup besar bagi pendapatan daerah di Sumatera Barat. Tanah yang subur dan banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai petani membuat sektor ini berpotensi untuk dikembangkan. Oleh karena itu, penggunaan teknologi pertanian adalah hal yang mutlak dilakukan.

Teknologi pertanian merupakan penerapan ilmu teknik dalam kegiatan pertanian. Inovasinya berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha tani. Hal ini bisa berdampak terhadap pengurangan biaya produksi, dan peningkatan pendapatan petani. Dengan kata lain, inovasi teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Barat.

Apa Saja Inovasi Teknologi Yang Mendukung Pertanian Di Sumbar? Yuk, Simak Ulasan Berikut.

1. Sistem Irigasi Tetes

Sistem irigasi tetes adalah sistem irigasi yang mengoptimalkan penggunaan air dalam pertanian. Dalam penerapannya, air dibiarkan menetes secara perlahan ke akar tanaman, baik lewat permukaan tanah atau langsung ke akar, dengan melalui jaringan katup, pipa, dan emitor. Cara kerjanya, air ditampung terlebih dahulu dalam wadah. Kemudian, dengan memanfaatkan gaya gravitasi, air dialirkan ke tanaman melalui lubang yang telah dibuat sesuai kebutuhan tanaman.

Baca juga : Melirik Potensi Pertanian Sumbar sebagai Penopang Perekonomian Daerah

2. Penggunaan Pupuk Organik

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menggencarkan penggunaan pupuk organik kepada para petani. Diketahui, pupuk organik mengandung bahan organik alami, seperti kompos dan pupuk hijau. Zat hara dalam pupuk organik dapat memberikan nutrisi ke tanaman dan meningkatkan kualitas tanah. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan.

 

3. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG)

SIG adalah teknologi yang memanfaatkan data spasial atau berkoordinat geografi. Dan SIG bermanfaat bagi pertanian untuk memetakan kondisi tanah, kondisi cuaca, dan jenis tanaman yang paling cocok untuk ditanam di daerah tertentu. SIG juga dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan tanaman. Dengan begitu, petani pun bisa merencanakan aktivitas dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengembangkan usaha taninya.

Baca juga : Pemprov Sumut-Sumbar Perkuat Kerjasama Pangan dan Pertanian

4. Penggunaan Mesin Panen

mesin modren

Penggunaan mesin panen dalam pertanian dapat meningkatkan efisiensi saat panen. Dengan mesin-mesin modern, masyarakat bisa mengurangi biaya dan tenaga kerja saat melakukan panen. Selain itu, panen juga bisa dikerjakan dalam waktu yang lebih cepat. Karena bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas, pendapatan masyarakat yang menggunakan mesin panen juga lebih besar dibandingkan dengan yang tidak.

 

5. Penggunaan Sistem Pengendalian Hama Terpadu 

Sistem pengendalian hama terpadu adalah upaya untuk mengendalikan hama atau tingkat serangan hama yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada tanaman. Sistem ini dilakukan dengan cara menggabungkan penggunaan bahan kimia dan non-kimia yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak merusak lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Penggunaan sistem pengendalian hama terpadu juga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Baca juga : Sumatera Barat Menjadi Salah Satu Masa Depan Bisnis Indonesia

6. Penggunaan Aplikasi Pertanian Berbasis Digital 

Aplikasi pertanian berbasis digital bisa dimanfaatkan untuk mengelola aktivitas pertanian. Aplikasi ini dapat membantu petani dalam mengelola waktu tanam, pemberian pupuk, pengendalian hama, dan penyakit tanaman, serta membantu mengelola panen dan pemasaran produk pertanian. Penggunaan aplikasi juga bisa membantu petani untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

 

7. Sistem Irigasi Berbasis Teknologi 

Meski memiliki lahan yang subur, petani di Sumatera Barat sering mengalami persoalan keterbatasan air. Untuk mengatasinya, diperlukan penerapan sistem irigasi berbasis teknologi. Dengan menggunakan sistem irigasi ini, pengaliran air dapat diatur dan dikontrol secara otomatis. Tambahannya pula, sistem ini juga terbukti menghemat air dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga : Usaha Majukan Ekonomi Sumbar dengan Lapangan Mini Soccer Saudagar Minang

8. Pemanfaatan Drone untuk Pemantauan Lahan Pertanian 

Drone

Drone dapat digunakan untuk pemantauan lahan pertanian sehingga petani dapat dengan mudah memantau kondisi tanaman dan mengambil tindakan yang diperlukan. Drone juga dapat membantu dalam pengelolaan penggunaan pupuk dan pestisida dengan lebih efektif.

 

Kesimpulan 

Inovasi teknologi pertanian bisa membantu peningkatan produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian di Sumatera Barat. Ada sejumlah inovasi teknologi yang mendukung pertanian di Sumatera Barat, yaitu sistem irigasi tetes, penggunaan pupuk organik, SIG, mesin panen, dan sistem pengendalian hama terpadu. Inovasi lainnya yaitu sistem irigasi berbasis teknologi dan pemanfaatan drone untuk pemantauan lahan pertanian.