Saudagar Minang Raya

Categories
Artikel

Wisata Sejarah di Sumatera Barat: Mengunjungi Jam Gadang dan Benteng Fort de Kock

Tidak lengkap kalau liburan, tidak mengunjungi Jam Gadang dan Benteng Fort de Kock. Sumatera Barat menjadi salah satu destinasi tujuan yang wisata yang cukup lengkap dibandingkan daerah lain. Karena menyajikan beragam pilihan wisata, mulai dari keindahan alam, budaya, kuliner hingga sejarah.

Kali ini, kita akan membahas dua destinasi wisata sejarah yang terkenal di Sumatera Barat, yaitu Jam Gadang dan Benteng Fort de Kock yang berada di Kota Bukittinggi. Dua objek wisata ini bahkan telah menjadi icon wisata di Sumatera Barat.

Jam Gadang

Jam gadang

Siapa yang tidak tahu dengan Jam Gadang, bangunan tower peninggalan pemerintahan Hindia Belanda ini berada di jantung Kota Bukittinggi dan telah menjadi ikon wisata bagi Sumatra Barat.

Jam Gadang merupakan menara jam setinggi sekitar 26 meter yang dibangun pada tahun 1926 oleh pemerintah Hindia Belanda. Keunikan dari Jam Gadang adalah desain arsitektur yang menggabungkan gaya tradisional Minangkabau dengan unsur-unsur Eropa. 

Menara ini memiliki bentuk segitiga dengan empat sisi, dan diatasnya terdapat jam mekanik besar yang masih berfungsi hingga saat ini.

Di dalam bangunan Jam Gadang terdapat museum yang menampilkan koleksi jam kuno dan sejarah pembangunan Jam Gadang. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan kota Bukittinggi dari atas menara.

Jam Gadang menjadi pusat kegiatan kebudayaan dan kesenian. Banyak iven festival yang digelar di pelataran Jam Gadang, seperti randai, pameran, hingga penampilan musisi musik, puisi dan sebagainya.

Baca juga : Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Benteng Fort de Kock

Tidak jauh dari Jam Gadang, di Bukittinggi juga terdapat Benteng Fort de Kock, juga dikenal sebagai Benteng Kock, sebagai salah satu destinasi wisata sejarah.

Benteng Fort de Kock dibangun pada tahun 1825 oleh Belanda sebagai benteng pertahanan. Benten ini berada di atas bukit yang menghadap ke arah lembah Lembah Anai.

Benteng Fort de Kock menggabungkan arsitektur Belanda dengan unsur-unsur tradisional Minangkabau. Di dalam benteng, terdapat berbagai bangunan dan ruangan, termasuk museum yang memamerkan artefak sejarah dan informasi tentang peran benteng dalam sejarah Sumatera Barat. 

Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan yang spektakuler dari atas benteng, melihat kota Bukittinggi dan lanskap sekitarnya.

Baca juga : Wisata Sumatera Barat: Perjalanan Mengenal Budaya Minangkabau

Penuh Nilai Sejarah dan Budaya

Mengunjungi Jam Gadang dan Benteng Fort de Kock adalah kesempatan untuk menikmati sejarah Sumatera Barat pada masa lalu. Kedua tempat ini merupakan saksi bisu perjalanan sejarah Sumatera Barat. Terlebih Kota Bukittinggi yang pernah dinobatkan sebagai Ibukota Negara Darurat pada masa kemerdekaan.

Jam Gadang yang memiliki gaya arsitektur yang mencampurkan elemen tradisional Minangkabau dan gaya Eropa mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya lokal dan pengaruh kolonial Belanda. Jam Gadang telah menjadi simbol kemajuan dan modernisasi bagi masyarakat Bukittinggi, sementara tetap mempertahankan warisan budaya mereka.

Sementara itu, Benteng Fort de Kock mengingatkan kita akan perjuangan masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi penjajah Belanda. Benteng ini menyimpan cerita tentang peperangan dan peristiwa penting dalam sejarah Sumatera Barat. Saat berjalan-jalan di dalam benteng, pengunjung akan merasakan atmosfer masa lalu yang memikat dan melihat jejak sejarah yang masih tampak di tembok dan ruangannya.

Selain nilai sejarah yang tak ternilai, kedua tempat ini juga memberikan panorama yang menakjubkan. Pemandangan dari atas Jam Gadang atau pun di Benteng Fort de Kock akan menyuguhkan pemandangan yang indah. 

Mengunjungi Sumatera Barat tidak hanya akan menikmati keinahan alam saja, namun juga banyak nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu wisatawan juga bisa melepas rasa lelah berwisata di Sumatera Barat dengan kuliner-kuliner yang enaknya tidak perlu diragukan lagi. Segera susun rencana perjalanan wisata Anda ke Sumatera Barat.

Categories
Artikel

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Bukittinggi merupakan salah satu kota bersejarah di Sumatera Barat. Terletak di dataran tinggi, kehadiran kota ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Pada masa kolonial Belanda, kota ini menjadi kubu pertahanan orang Belanda dan tempat peristirahatan para opsir. Kota ini mendapat julukan Parijs van Sumatra karena pesonanya yang indah. Pada masa pemerintahan Jepang, kota ini mendapat kedudukan penting sebagai pusat pengendalian pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, hingga ke Selat Malaka.

Banyak tokoh pendiri bangsa berasal dari Bukittinggi, salah satunya Mohammad Hatta yang merupakan Bapak Proklamator dan Wakil Presiden pertama Indonesia. Sebagai kota perjuangan, Bukittinggi pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia. 

Berkunjung ke Bukittinggi berarti harus menyelami keunikan sejarahnya. Berikut adalah beberapa obyek wisata sejarah yang wajib dikunjungi untuk mengenal Kota Bukittinggi.

  1. Benteng Fort de Kock

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Benteng Fort de Kock adalah bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Kehadiran benteng ini tidak bisa dilepaskan dari asal-usul Bukittinggi. 

Pada mulanya kota ini merupakan sebuah pasar tempat orang Agam Tuo datang berniaga. Namun, setelah kedatangan Belanda, kota ini menjadi tempat kubu pertahanan orang Belanda melawan kaum Paderi. Pembangunan kota ini ditandai dengan pembangunan Benteng Fort de Kock pada 1825. Bangunan ini menjadi saksi bisu penjajahan Belanda di Minangkabau. 

Saat ini, Benteng Fort de Kock hanya meninggalkan sisa-sisa parit dengan lebar sekitar tiga meter, bekas pondasi berbentuk persegi empat, bak air setinggi 20 meter, dan delapan buah meriam. Pemerintah setempat telah memugar kawasan ini dan mengubahnya menjadi Taman Kota Bukittinggi dan Taman Burung Tropis.

  1. Jam Gadang 

Jam Gadang adalah menara jam yang menjadi ikon kota Bukittinggi. Terletak di pusat kota, menara jam ini memiliki tinggi 27 meter dengan jam berukuran besar berdiameter 80 centimeter di empat sisinya. Oleh karena itu, menara jam ini dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau untuk “jam besar”.¬†

Pembangunan Jam Gadang diresmikan pada 1927 sebagai hadiah untuk Sultan Muhammad Jamil Syah atas kesetiaannya selama masa penjajahan. Jam itu sendiri merupakan hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina.  

Sejak didirikan, bentuk atap menara jam sudah tiga kali mengalami perubahan. Awalnya, atap Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Bentuk atap tersebut lalu berubah menyerupai Kuil Shinto pada masa penjajahan Jepang. Lalu, berubah lagi setelah Indonesia merdeka, persisnya pada 1953, menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, yakni rumah gadang.

  1. Ngarai Sianok 

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Ngarai Sianok adalah lembah yang terletak di sebelah selatan Kota Bukittinggi. Lembah ini memiliki dalam jurang sekitar 100 meter, dan membentang sepanjang 15 kilometer dengan lebar sekitar 200 meter. Karena pemandangannya sangat indah, Ngarai Sianok menjadi salah satu daya tarik wisata di Bukittinggi.

Ngarai Sianok juga memiliki nilai sejarah, di mana pernah menjadi jalur pergerakan tentara pembebasan nasional selama perang kemerdekaan Indonesia.

  1. Rumah Kelahiran Bung Hatta 

Muhammad Hatta adalah salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia. Dia lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Rumah kelahirannya berada di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 37, Bukittinggi. Dengan mengunjungi rumah ini, wisatawan bisa mengenal lebih dekat kehidupan masa kecil Wakil Presiden pertama Indonesia itu. 

Bentuk fisik awal rumah tersebut sebenarnya sudah runtuh pada 1960-an. Namun, rumah itu dibangun ulang atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta sebagai upaya memperoleh gambaran masa kecil  Muhammad Hatta di Bukittinggi. Di rumah ini, pengunjung juga bisa menemukan sepeda ontel tua dan dokar tua yang dahulu pernah dipergunakan Bung Hatta semasa mudanya.

Baca juga:

Nah, demikian beberapa tempat wisata sejarah yang wajib kamu kunjungi di Bukittinggi. Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut, kamu akan dapat mengetahui warisan sejarah yang dimiliki oleh Kota Bukittinggi.