Saudagar Minang Raya

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Bukittinggi merupakan salah satu kota bersejarah di Sumatera Barat. Terletak di dataran tinggi, kehadiran kota ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Pada masa kolonial Belanda, kota ini menjadi kubu pertahanan orang Belanda dan tempat peristirahatan para opsir. Kota ini mendapat julukan Parijs van Sumatra karena pesonanya yang indah. Pada masa pemerintahan Jepang, kota ini mendapat kedudukan penting sebagai pusat pengendalian pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, hingga ke Selat Malaka.

Banyak tokoh pendiri bangsa berasal dari Bukittinggi, salah satunya Mohammad Hatta yang merupakan Bapak Proklamator dan Wakil Presiden pertama Indonesia. Sebagai kota perjuangan, Bukittinggi pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia. 

Berkunjung ke Bukittinggi berarti harus menyelami keunikan sejarahnya. Berikut adalah beberapa obyek wisata sejarah yang wajib dikunjungi untuk mengenal Kota Bukittinggi.

  1. Benteng Fort de Kock

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Benteng Fort de Kock adalah bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Kehadiran benteng ini tidak bisa dilepaskan dari asal-usul Bukittinggi. 

Pada mulanya kota ini merupakan sebuah pasar tempat orang Agam Tuo datang berniaga. Namun, setelah kedatangan Belanda, kota ini menjadi tempat kubu pertahanan orang Belanda melawan kaum Paderi. Pembangunan kota ini ditandai dengan pembangunan Benteng Fort de Kock pada 1825. Bangunan ini menjadi saksi bisu penjajahan Belanda di Minangkabau. 

Saat ini, Benteng Fort de Kock hanya meninggalkan sisa-sisa parit dengan lebar sekitar tiga meter, bekas pondasi berbentuk persegi empat, bak air setinggi 20 meter, dan delapan buah meriam. Pemerintah setempat telah memugar kawasan ini dan mengubahnya menjadi Taman Kota Bukittinggi dan Taman Burung Tropis.

  1. Jam Gadang 

Jam Gadang adalah menara jam yang menjadi ikon kota Bukittinggi. Terletak di pusat kota, menara jam ini memiliki tinggi 27 meter dengan jam berukuran besar berdiameter 80 centimeter di empat sisinya. Oleh karena itu, menara jam ini dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau untuk “jam besar”. 

Pembangunan Jam Gadang diresmikan pada 1927 sebagai hadiah untuk Sultan Muhammad Jamil Syah atas kesetiaannya selama masa penjajahan. Jam itu sendiri merupakan hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina.  

Sejak didirikan, bentuk atap menara jam sudah tiga kali mengalami perubahan. Awalnya, atap Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Bentuk atap tersebut lalu berubah menyerupai Kuil Shinto pada masa penjajahan Jepang. Lalu, berubah lagi setelah Indonesia merdeka, persisnya pada 1953, menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, yakni rumah gadang.

  1. Ngarai Sianok 

Ini Obyek Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Bukittinggi

Ngarai Sianok adalah lembah yang terletak di sebelah selatan Kota Bukittinggi. Lembah ini memiliki dalam jurang sekitar 100 meter, dan membentang sepanjang 15 kilometer dengan lebar sekitar 200 meter. Karena pemandangannya sangat indah, Ngarai Sianok menjadi salah satu daya tarik wisata di Bukittinggi.

Ngarai Sianok juga memiliki nilai sejarah, di mana pernah menjadi jalur pergerakan tentara pembebasan nasional selama perang kemerdekaan Indonesia.

  1. Rumah Kelahiran Bung Hatta 

Muhammad Hatta adalah salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia. Dia lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Rumah kelahirannya berada di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 37, Bukittinggi. Dengan mengunjungi rumah ini, wisatawan bisa mengenal lebih dekat kehidupan masa kecil Wakil Presiden pertama Indonesia itu. 

Bentuk fisik awal rumah tersebut sebenarnya sudah runtuh pada 1960-an. Namun, rumah itu dibangun ulang atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta sebagai upaya memperoleh gambaran masa kecil  Muhammad Hatta di Bukittinggi. Di rumah ini, pengunjung juga bisa menemukan sepeda ontel tua dan dokar tua yang dahulu pernah dipergunakan Bung Hatta semasa mudanya.

Baca juga:

Nah, demikian beberapa tempat wisata sejarah yang wajib kamu kunjungi di Bukittinggi. Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut, kamu akan dapat mengetahui warisan sejarah yang dimiliki oleh Kota Bukittinggi.

Share This Post

More To Explore

RAT KSMR 2024

ACARA RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI SAUDAGAR MINANG RAYA (KSMR) TAHUN BUKU 2022, DILAKSANAKAN PADA TGL 29-30 APRIL 2023, BERTEMPAT DI PANGERAN BEACH HOTEL KOTA PADANG.